JAKARTA - Kiprah Juristo sang advokat bodong makin meresahkan masyarakat. Dilansir dari Instagram Juristo, terdapat banyak foto dimana Juristo mengenakan baju toga pengacara, seolah sudah lulus Sarjana Hukum dan menjadi Advokat. Tidak hanya disitu, yang bersangkutan bahkan membuat banyak surat somasi ke Firma Hukum lain dan Dewan Pers dengan titel Sarjana Hukum dan gelar advokat di depan namanya.
Salah satu korban Juristo adalah Tommy Alfred, pimpinan
Redaksi Wartasidik yang disomasi dan diadukan Juristo ke Dewan pers dengan
mengaku sebagai SH dan advokat. Tommy yang lalu mengecek, menemukan bahwa
Juristo ternyata belum lulus Sarjana Hukum dan masih mengenyam pendidikan di
STIH Gunung Jati, Tangerang.
Media langsung klarifikasi dan meminta konfirmasi dari ketua
STIH DR. Kushartoyo, SH, MH "Benar Juristo adalah mahasiswa kami di STIH
Gunung jati. Belum lulus Sarjana Hukum dan belum memiliki Ijazah sebagaimana
tercantum dalam data Dikti "belum Lulus". Masih semester 5 di Program
Studi Sarjana Hukum."
Keterangan dari ketua STIH ini sejalan dengan data yang
muncul dan tertera dalam pangkalan data Dikti bahwa Juristo belum lulus SH.
Hal ini diduga melanggar UU Sisdiknas dan permenristekdikti,
bahwa gelar SH hanya boleh digunakan oleh Lulusan Sarjana. "Lulus Sarjana
Hukum saja belum, gimana jadi advokat? UU Advokat jelas menyatakan syarat utama
menjadi Advokat adalah lulus Sarjana Hukum dan memiliki ijazah SH. Jadi jelas
surat yang Juristo berikan ke Dewan Pers adalah surat berisi keterangan palsu
dan melanggar UU Sisdiknas,” ungkap Tommy, Selasa (2/8/2023).
“Juristo berpose seolah sebagai lulusan Sarjana Hukum dan
Advokat padahal bukan. Kata-kata Juristo penuh kebohongan dan memfitnah banyak
orang. Saya tidak terima apalagi dalam saya menjalankan tugas sebagai wartawan
diadukan atas dasar yang salah," ucap Tommy.
Pimred Wartasidik lantas meminta agar Kapolres dan penyidik
Tangerang Kota menyikapi hal ini dengan keseriusan dan memberikan atensi atas
laporan polisi yang dibuat oleh Tommy.
"Selain saya ternyata ada Lawfirm dan korban lainnya
yang membuat laporan polisi, tindakan Juristo ini meresahkan masyarakat.
Kepolisian sebagai Aparat penegak Hukum wajib beri kepastian hukum."
Selanjutnya Tommy meminta agar para wartawan dan media
memberikan dukungan dan mau turun unjuk rasa di Polres Tangerang Kota agar
menjadi bentuk solidaritas wartawan untuk melawan Oknum Advokat Bodong.
"Teman-teman wartawan dan masyarakat agar bersedia
turun untuk aksi damai di Polres Tangerang Kota sebagai bentuk perlawanan dan protes
atas kiprah Advokat Bodong Juristo. Agar Kapolres Tangerang Kota segera
tangkap, dan tahan oknum advokat Bodong yang meresahkan masyarakat,"
harapnya.
Dukungan juga datang dari pihak Lawyer yang resmi. Advokat
Bambang Hartono dari LQ Indonesia Lawfirm menyampaikan dukungannya.
"Kami bersedia turun untuk unjuk rasa. Lawyer-lawyer
resmi pun merasa dilecehkan, adanya advokat bodong dengan gelar sarjana palsu
mencoreng profesi kami yang mulia. Puluhan Lawyer LQ Indonesia Lawfirm juga
siap turun unjuk rasa mendukung gerakan Wartasidik. Jangan dibiarkan dan
menjadi virus oknum advokat Bodong, kami para pengacara akan kawal kasus ini
hingga bermuara di pengadilan," tegasnya.
.jpg)